09/01/2012 12:33
Liputan6.com, Garut: Libur sekolah telah usai, kini saatnya kegiatan belajar mengajar dimulai kembali. Namun sayang, bagi siswa Sekolah Dasar Negeri Mekarsari 03, Garut, Jawa Barat, itu artinya mereka harus kembali was-was karena sekolah mereka nyaris roboh. Siswa pun harus belajar bergantian, bahkan sebagian terpaksa menumpang belajar di rumah warga.
Entah, apakah masih bisa gedung SDN Mekarsari 03 Garut, Jawa Barat, ini disebut sekolah. Dari jauh, lubang besar terlihat menganga. Saat SCTV masuk ke dalam gedung, kondisinya pun lebih memilukan lagi, Senin (9/1).
Bisa dibilang, gedung sekolah ini tinggal rangka belaka. Dinding yang rapuh dan bolong di mana-mana serta atap yang sewaktu-waktu bisa saja roboh tak bersisa. Dan di gedung itulah ratusan anak bangsa menuntut ilmu. Mereka harus belajar dengan rasa cemas.
Kepala Sekolah SDN Mekarsari 03 Salamah menaruh harapan dari semua pihak untuk memperhatikan nasib mereka.
"Kepada semua pihak, kepada orang-orang yang berkompetensi dalam bidang pendidikan, kami berharap tolonglah perhatikan kami yang ada di daerah," ujar Salamah.
Sudah bertahun-tahun gedung ini rusak dan tak kunjung mendapat perhatian dari Dinas Pendidikan maupun Pemerintah Kabupaten Garut. Padahal nyawa para siswa taruhannya. Beruntung, masih ada masyarakat yang rela meminjamkan rumahnya untuk dipakai belajar.
Nazar, siswa di SD itu mengutarakan, kini mereka menumpang sekolah di rumah warga yang berhati emas. Jika tidak, mereka harus belajar bergantian dengan siswa kelas lain.
"Sekolah kami rusak, makanya kami belajar di sini," ujar Nazar.
"Tiga kelas yang rusak. Satu dua tiga, belajarnya gantian di kelas empat, lima, enam," kata Nazar.(MEL)
Entah, apakah masih bisa gedung SDN Mekarsari 03 Garut, Jawa Barat, ini disebut sekolah. Dari jauh, lubang besar terlihat menganga. Saat SCTV masuk ke dalam gedung, kondisinya pun lebih memilukan lagi, Senin (9/1).
Bisa dibilang, gedung sekolah ini tinggal rangka belaka. Dinding yang rapuh dan bolong di mana-mana serta atap yang sewaktu-waktu bisa saja roboh tak bersisa. Dan di gedung itulah ratusan anak bangsa menuntut ilmu. Mereka harus belajar dengan rasa cemas.
Kepala Sekolah SDN Mekarsari 03 Salamah menaruh harapan dari semua pihak untuk memperhatikan nasib mereka.
"Kepada semua pihak, kepada orang-orang yang berkompetensi dalam bidang pendidikan, kami berharap tolonglah perhatikan kami yang ada di daerah," ujar Salamah.
Sudah bertahun-tahun gedung ini rusak dan tak kunjung mendapat perhatian dari Dinas Pendidikan maupun Pemerintah Kabupaten Garut. Padahal nyawa para siswa taruhannya. Beruntung, masih ada masyarakat yang rela meminjamkan rumahnya untuk dipakai belajar.
Nazar, siswa di SD itu mengutarakan, kini mereka menumpang sekolah di rumah warga yang berhati emas. Jika tidak, mereka harus belajar bergantian dengan siswa kelas lain.
"Sekolah kami rusak, makanya kami belajar di sini," ujar Nazar.
"Tiga kelas yang rusak. Satu dua tiga, belajarnya gantian di kelas empat, lima, enam," kata Nazar.(MEL)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar